Rabu, 30 Agustus 2017

PROSES PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN PROSES PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN

PROSES PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN

I. (PRA)

Langkah Kerja Penyusunan PRA

No Langkah kerja Penjelasan

1.
Pembentukan Tim PRA








Unsur Tim terdiri :
1. Tokoh Masyarakat
2. Peneliti
3. Penyuluh
4. Perangkat/ Aparat
5. LSM
6. Masyarakat
7. Stake Holders lainnya

Catatan : Team memiliki keahlian yang berbeda
2. Desk Study Data- data sekunder yang terkait dengan desa yang akan dilakukan PRA (desk)
Catatan : output adalah  data, catatan penting, keterangan lain tentang segala aspek desa
 
3. Petepatan strategi pengumpulan data 4 sub tim
 1. 1- 3 orang mengumpulkan data sekunder dan informasi tambahan
2. sub tim pemetaan yang melibatkan bidang keahlian
3. sub tim pengumpul masalah 3- 5 orang yang melibatkan narasumber berdasarkan permasalahan yang ada
4. Sub tim administrasi, yang diengkapi dengan peralatan administrasi

4. Pengumpul data Tim/ peneliti menginap di lokasi untuk mempercepat pemahaman desa

Catatan : data pendukung dari langkah 1- 4 perlu disiapkan data monografi desa



Implementasi langkah dalam kegiatan PRA :


Form 1. Peta Sumber Daya Desa
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota


Gambar 1. Contoh Peta Sumber Daya Desa

Form 2. Tabel Kegiatan Usaha atau Mata Pencaharian
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota

NO JENIS USAHA (PERTANIAN DAN NON PERTANIAN WAKTU / MUSIM KEGIATAN SETIAP JENIS USAHA
1  
2  
3  
4  
5  
dst  


SUMBER PENDAPATAN BULAN JUMLAH RANKING
 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Padi  •• ••• • • • • • • • • • • 15 I
Jagung • ••• • • • • • • • • • • 14 II
Ayam Buras       •• ••     4
Kambing        ••
•• ••
••    8 IV
Sapi       ••
••
••      6 V
Kacang tanah        • •• •••   6 V
Sayur • • • • • • • • • • • • 12 III
Catatan: Nilai didasarkan jumlah uang dihasilkannya per bulan
               Ranking diberikan atas dasar jumlah uang yang dihasilkan per tahun
               Teknik ini merupakan gabungan antara matrik ranking dengan kalender musim
Gambar 2. Contoh Tabel Kegiatan Usaha dan Mata Pencaharian



Form 3. Penelusuran Lokasi ( Transek) Desa
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota



Gambar 3. Contoh Transek Desa



Form 4. Kalender Musim
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota



Gambar 4. Contoh Kalender Musim


Form 5. Bagan Kecenderungan dan Perubahan
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota



Gambar 5.  Contoh Bagan Kecenderungan dan Perubahan








Form 6. Bagan Alokasi Waktu Kegiatan Harian
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota



Gambar 6. Contoh Bagan Alokasi Waktu Harian
Form 7. Bagan Hubungan Kelembagaan (Diagram Venn)
Desa  :  
Kecamatan   :
Kabupaten/Kota   :
Provinsi   :
Tim
1.  ________________________ Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota



Gambar 7. Contoh Bagan Hubungan Kelembagaan (Diagram Venn)



1.4.2. Identifikasi Data Sekunder
Pengumpulan dan pengolahan data sekunder adalah proses untuk mempelajari keadaan desa atau  wilayah berdasarkan data informasi yang telah ada dalam bentuk dokumen tertulis yang dibuat oleh pihak tertentu (dinas/instansi/LSM, dll). Data sekunder diperlukan sebagai dasar dalam memahami kondisi wilayah dan masyarakatnya.
Sumber data sekunder dapat berasal dari :
a. Petani, peternak atau pelaku utama dan pelaku usaha lainnya
b. Kantor desa
c. Kantor Kecamatan
d. Kantor BPP
e. Badan Pelaksana Penyuluhan
f. Dinas Pertanian
g. Badan Pusat Statistik Kabupaten
h. Kantor lainnya yang terkait.

 Langkah-langkah Pengumpulan data sekunder:
1) Persiapan alat dan bahan yang diperlukan
2) Lakukan pengisian form untuk identifikasi data potensi desa melalui wawancara atau mengambil data terkait sesuai dengan kebutuhan. Adapun form untuk melaksanakan identifikasi potensi adalah :














A. Potensi Internal Strategik
1. Geografi
Tabel 1.  Keadaan lahan
No Nama Desa Luas Lahan (Ha) Letak dari permukaan Laut  (m) Topografi Jenis Tanah pH Tanah Kesuburan Fisik Kesuburan Kimia
       
       
       
       
       

Tabel 2. Keadaan Iklim
Tipe Iklim Kelembaban rata-Rata (%) Suhu rata-rata (oc)
 Bulan Hujan/Tahun Bulan Kering/Tahun
   
   

Tabel 3. Data Curah Hujan Lima Tahun Terakhir
Bulan

 Curah Hujan
 2009 2010 2011 2012 2013 Jumlah Rata- rata
 mm hh Mm hh mm hh mm hh mm Hh mm hh mm hh
Januari            
Februari            
Maret            
April            
Mei            
Juni            
Juli            
Agustus            
September            
Oktober            
November            
Desember            
Jumlah            
Rata- rata            
Keterangan :
mm : millimeter
hh : hari hujan

Tabel 4. Jarak dengan wilayah yang lebih luas
No Nama Kelurahan/Desa Jarak Ke Ibu Kota (km)
  Kecamatan Kabupaten
 
 

2. Keadaan Penduduk

a. Jumlah Penduduk di Lokus PKL

Tabel 5. Data Penduduk Secara Umum
No Nama Desa/ Kelurahan Jumlah penduduk (Jiwa) Pendapatan/
kapita/tahun Skor PPH
  L P Jumlah

   
Tabel 6. Data Penduduk Berdasarkan Usia
No Nama Kelu-rahan/Desa Kelompok Umur (Tahun) Jlm
  0-10  11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60
       
       
       
 Jumlah      

Tabel 7. Data Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
No Nama Desa/ Kelurahan Jenis Pekerjaan
  Petani Peternak Nelayan PNS/
Polri Wiraswasta Lain-lain
     
     
     
 Jumlah    

Tabel 8. Data Penduduk Berdasarkan Pendidikan
No Nama Desa/ Kelurahan Tingkat Pendidikan
  TK SD SLTP SLTA D1-D3 S1-S2 Tidak/Blm
Sekolah
       
       
       
       
 Jumlah      


b. Jumlah penduduk di Tingkat Wilayah yang Lebih Luas
Data jumlah penduduk tingkat wilayah yang lebih luas di dapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten.

Tabel 9. Data Jumlah Penduduk
No Uraian Jumlah (jiwa)
1 Kecamatan
2 Kabupaten
3 Propinsi
4 Nasional

3. Keadaan Pelaku Utama/Pelaku usaha
Tabel 10. Jumlah KK, KKT dan Kepemilikan Lahan
No Nama Kelurahan /Desa Jumlah penduduk (Jiwa) Jml KK Jml KKT Status Kepemilikan Lahan
  L P Jml   Pemilik
penggarap Penggarap Buruh
Tani Jml
         
         
         
         
         
 Jumlah        
Keterangan :
L  : Laki-laki
P  : Perempuan
KK  : Kepala Keluarga
KKT : Kepala Keluarga Tani
Jml : Jumlah

Tabel 11.  Luas Alokasi Penggunaan Lahan
No Nama
Kelurahan Luas wilayah
(Ha) Luas Kepemilikan Lahan
   Pekarangan Tegal/
Kebun/
Ladang Padang
rumput Tanah
Tidak diusahakan Perke-
bunan rakyat Tanaman kayu-kayuan Lain-lain
       
       
       
Jumlah      


4. Organisasi Petani (Kelompok Tani dan GAPOKTAN)
Tabel 12. Jumlah Kelompok Tani
No Nama Kelurahan Jumlah Kelompok Tani Jumlah kelompok Tani
   Tani dewasa Tani Wanita Taruna Tani
   Jml Kel Jml Anggota Jml Kel Jml Anggota Jml Kel Jml Anggota
       
       
       

Tabel 13. Nama Kelompok Tani dan Kedudukan

No Nama
Kelurahan Nama
Kelompok Kelas
RUK
RAK
RUB Ketua Jumlah
Anggota Modal
Kelompok Jenis
Usaha
Utama
   P L      
         
         
         
Jumlah        
Keterangan :
P  : Pemula
L  : Lanjutan
RUK  : Rencana Usaha Kelompok
RAK  : Rencana Anggaran Kelompok
RUB  : Rencana Usaha Bersama

Tabel 14. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN )
No Nama Kelompok Nama Pengurus Jumlah
Anggota Modal
Kelompok Jenis
Usaha
Utama Luasan
  Ketua Wakil
Ketua Sekretaris Bendahara    Ha Ekor Petak
         


5. Data Usaha Petani/Kelompok Tani

Tabel 15. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Pertanian)
No Nama Desa/ Kelurahan Kepemilikan
  Jumlah Huller Hand Sprayer Motor/Power sprayer Traktor
  Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta
           
           
           
Jumlah          

Tabel 16. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Peternakan)
No Nama Desa/ Kelurahan
 Kepemilikan
  Mesin Tetas Inseminasi Buatan Alat Pendingin Kandang
  Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta
           
           
           
Jumlah          








Tabel 17. Fasilitas Usaha Petani/Kelompok Tani (Perkebunan)
No Nama Desa/ Kelurahan Kepemilikan
  Jumlah Huller Hand Sprayer Motor/Power sprayer Traktor
  Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta Milik
Petani Milik
Dinas Milik
Swasta
           
           
 Jumlah          

Tabel 18. Produksi Usaha Tani dibidang Pertanian
Nama Komoditas Luas
(Ha) Hasil Panen
(Ton/Ha) Nilai Produksi
(Rp) Biaya Pupuk
(Rp) Biaya Bibit
(Rp) Biaya Obat
(Rp) Biaya Lainnya
(Rp) Pemasaran
Hasil
       
       
       
       
       

Tabel 19. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Pangan
No Jenis Usahatani (pada lahan) Jumlah Luas Tanam (Ha) Jumlah KK Petani Rata2 Luas perorang (Ha/org) Produksi (Ton) Produkti
vitas (Kw/Ha)

1
2
3
4
5
6
7
dst    
 Jumlah    

Tabel 20. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Perkebunan
No Jenis Usahatani (pada lahan) Jumlah Luas Tanam (Ha) Jumlah KK Petani Rata2 Luas perorang (Ha/org) Produksi ditingkat Kec.(Ton) Produkti
vitas (Kw/Ha)

1
2
3
4
5
6
7
dst    
 Jumlah    




Tabel 21. Produksi Usaha Tani dibidang Tanaman Hortikultura
No Jenis Usahatani (pada lahan) Jumlah Luas Tanam (Ha) Jumlah KK Petani Rata2 Luas perorang (Ha/org) Produksi ditingkat Kec.(Ton) Produkti
vitas (Kw/Ha)
 Sayur-sayuran    
1
2
3
4
Dst    
Jumlah    

No
Buah-buahan Jumlah Luas Tanam (Pohon) Jumlah KK Petani Rata2 Luas perorang (Phn/org) Produksi ditingkat Kec.(Ton) Produkti
vitas (Kg/phn)
1
2
3
4
Dst    
Jumlah    

Tabel 22. Produksi dan Populasi Ternak
No Nama Kelurahan Jenis Ternak
Ket
  Kerbau
(ekor) Sapi
(ekor) Kambing
(ekor) Domba
(ekor) Ayam
(ekor) Bebek
(ekor) Babi
(ekor) Lain-lain

         
         
         
         
Jumlah        

Tabel 23. Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak
Luas tanaman pakan ternak(rumputgajah,dll) Ha
Produksi hijauan makanan ternak Ton/Ha
Dipasok dari luardesa/kelurahan Ton
Disubsididinas Ton

Tabel 24. Pemilik Usaha Pengolahan Hasil Ternak
Jenis Usaha Jumlah Pemilik Usaha
(Orang)
Dendeng
Abon
PenyamakanKulit
MaduLebah
Biogas
TelurAsin
KrupukKulit
Penyemakankulit
Dll

Tabel 25. Ketersediaan Lahan Pemeliharaan Peternakan
Jenis Kepemilikan Lahan Luas (Ha)
1. Milik masyarakat umum
2. Milik perusahaan peternakan(ranch)
3. Milik perorangan
4. Sewapakai
5. Milik pemerintah
6. Milik masyarakatadat

Tabel 26. Pemasaran
No Nama Kelurahan Nama Kelompok Lokasi Pemasaran Produk Jenis Produksi yang dipasarkan
   
   









B.Potensi Eksternal Stratejik (Primer/sekunder)

Tabel 27. Keadaan Penduduk
No Uraian Jumlah (jiwa)
1 Desa
2 Kecamatan
3 Kabupaten
4 Propinsi
5 Nasional

Tabel 28. Keadaan Infra Struktur
No Nama Desa/ Kelurahan Jarak Ke Ibu Kota (km)
  Kecamatan Kabupaten
 
 
 
 
 

Tabel 29. Kelembagaan Ekonomi Pedesaan

No Nama Desa/ Kelurahan Jumlah BUUD/KUD Koperasi Pertanian di Luar KUD BUD Kios
Saprotan Lembaga
Swadaya
Desa(LSD) Lumbung
Padi/desa
  Jumlah KUD Anggota Jumlah Koperta Anggota  
       
       
       
       

Tabel 30. Identifikasi Stake-Holders/Kemitraan
No Nama Desa/ Kelurahan Nama Kelompok Mitra Jenis/Bentuk Kemitraan Tahun Kemitraan
   
   

Tabel 31. Kebijakan Pemerintah Desa
     Visi :

………………………………………………………………………………………
Misi Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
   
   
   
   
   



Tabel 32.  Data Pesaing Usaha di Luar Wilayah PKL
No Kelurahan/Desa Komoditas Produksi (Kg) Pemasaran Ket
   
   
   





























PENENTUAN KOMODITAS AGRIBISNIS UNGGULAN

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui komoditas unggulan yang dapat dikembangkan di daerah baik pertanian maupun peternakan. Komoditas unggulan akan diketahui dengan melihat data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan sehingga mempermudah untuk menentukan komoditas agribisnis unggulan.
Data primer dan data sekunder tersebut kemudian dikelompokkan sesuai dengan subsistem agribisnis yang meliputi agro input, agro onfarm, agro niaga, agro industri dan agro support.Salah satu metode untuk menentukan komoditas agribisnis unggulan yaitu dibuat secara matriks untuk melakukan penilaian (skoring 1-10) pada masing-masing subsistem agribisnis yang dijelaskan pada Tabel 33:

Tabel 33. komoditas unggulan spesifik lokalita
No Nama komoditi Kriteria Penilaian (skor: 1-10) Total skor Ranking
  Agro input Agro onfarm Agro Industri Agro niaga Agro Support
       
       
       
       
       

 Hasil analisis komoditas unggulan spesifik lokasi didasarkan atas ranking yang diperoleh. Ranking pertama dan selanjutnya merupakan komoditas unggulan yang dapat direkomendasikan untuk pengembangan usaha pertanian di wilayah lokus PKL.
 Kegiatan selanjutnya adalah melakukan analisis masalah berdasarkan komoditas unggulan dari masing-masing subsistem agribisnis. Untuk memperjelas analisis tersebut maka dapat diidentifikasi secara matriks seperti pada Tabel 34:






Tabel 34. Analisis Masalah Berdasarkan Komoditas Unggulan
No Subsistem Agribisnis Masalah Pemecahan Masalah
1. Agro input
2. Agro onfarm
3. Agro industri
4. Agro niaga
5. Agro support


























PEMBUATAN PETA USAHA TANI

 Pembuatan peta sebenarnya untuk mempermudah petani memahami data yang meliputi potensi pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan. Dengan peta akan ada gambaran mengenai daerah atau lokasi yang mampu dikembangkan untuk usaha tani.
1. Copy peta desa yang ada sebagai dasar gambaran lokasi daerah lokus PKL.
2. Lakukan rekap komoditas yang memiliki peluang usaha setiap masing-masing lokasi seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 35. Rekap Komoditas
No Kelurahan/ Desa/ Dusun Komoditas Potensi Permasalahan Keterangan
   
   
   
   
   

3. Masukan komoditas unggulan tersebut dalam peta sesuai dengan lokasi.
4. Gunakan lambang atau tanda untuk mempermudah dalam memahami peta (seperti warna, gambar dll).
















          Gambar. Contoh Peta














KETERANGAN :











II. CARA MENENTUKAN SKALA PRIORITAS MASALAH

2.1 Impact Point

Praktek bersifat kelompok @ 3 orang Perhitungan  impact point teknis :

(1) Hasil rekapitulasi terhadap 50 responden diperoleh data sebagai berikut :
      (Sub kuesioner tentang bibit)
• responden yang memiliki skor max (30)=  10 responden
• responden yang memiliki skor max (20)=  15 responden
• responden yang memiliki skor max (10)=  25 responden
   
       (Sub kuesioner tentang pakan)
• responden yang memiliki skor max (30)=  10 responden
• responden yang memiliki skor max (20)=  10 responden
• responden yang memiliki skor max (10)=  30 responden

        (Sub kuesioner tentang penyakit)
• responden yang memiliki skor max (30)=  5 responden
• responden yang memiliki skor max (20)=  10 responden
• responden yang memiliki skor max (10)=  35 responden
     
        (Sub kuesionermanajemen pemeliharaan )
• responden yang memiliki skor max (30)=  11 responden
• responden yang memiliki skor max (20)=  13 responden
• responden yang memiliki skor max (10)=  36 responden
 
    (Sub kuesioner tentang perkandangan
• responden yang memiliki skor max (30)=  20 responden
• responden yang memiliki skor max (20)=  15 responden
• responden yang memiliki skor max (10)=  15 responden

(2). Pertanyaan :

(1) Hitung impact point masing- masing sub bab
(2) Buat skala prioritas masalah dari hasil impact point
(3) Susunlah rumusan masalah
(4) Rumuskan tujuan programa
(5) Bagaimana mewujudkan metode identifikasi masalah (impact point)  yang dapat memfasilitasi paradigma penyuluhan pertanian bottom- up (partisipatif)



Rumus Impact Point :

(Rata- rata Skor di bawah maksimum/ skor maksimum) x 100 % = .......... %

Catatan : Skor tertinggi merupakan prioritas masalah

Jawab Sub Kuesioner tentang bibit :

Rata- Rata skor di bawah maksimum= (20x 15) + (10x 25)     =  550/ 40 =13,75

                                                                        15 + 25

Skor Impact Point   = (13,75/ 30)  x 100 %  = 45, 83 %  


2.2  Analisis SWOT


ANALISIS SWOT

1. Judul Kegiatan Analisis SWOT
2. Waktu  1 minggu
3. Metode   Desk study
4. TIK Mahasiswa dapat melakukan SWOT terhadap program-program pembangunan pertanian lokus PKL
5. Alat dan Bahan  karton manila, spidol dan alat tulis menulis.
6. Output Strategi Pembangunan Pertanian Desa

Analisis SWOT  adalah analisis kondisi internal maupun ekaternal dilingkungan agribisnis pertanian/peternakan yang selajutnya akan digunakan untuk merancang strategi. Analisis lingkungan internal (ALI) meliputi: penilaian terhadap faktor kekuatan (strenghths) dan kelemahan (weaknesses), sedangkan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE) terdiri peluang (opportunities) dan ancaman (threats).

Langkah-langkah dalam Analisis SWOT adalah:
1. Lakukan identifikasi ALI dan ALE pada program pembangunan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura untuk jurusan penyuluhan pertanian atau peternakan untuk jurusan penyuluhan peternakan) terpilih dan susun dalam Tabel 1.


Tabel 1. Identifikasi Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE)

Analsis Lingkungan Internal Analisis Lingkungan Eksternal
Kekuatan (Strenghths) Peluang (Opportunities)
1. .......................................................
2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................
5. dst  1. .......................................................
2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................
5. Dst
Kelemahan (Weaknesses) Ancaman (Threats)
1. .......................................................
2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................
5. Dst 1. .....................................................
2. .....................................................
3. .....................................................
4. .....................................................
5. dst

2. Lakukan Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Ekesternal (ALE) dan susunlah dalam Tabel 2 dan 3.
Tabel 2. Analisis Lingkungan Internal (ALI)
Lingkungan internal bobot Skor Nilai
(bobot x Skor)) Prioritas
Kekuatan  
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  
Total  
Kelemahan  
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  
Total  

• Bobot adalah kekuatan dari masing-masing komponen terhadap pencapaian tujuan
• Nilai Total bobot pada unsur kekuatan dan kelemahan  adalah 1.0

Tabel 3. Analisis Lingkungan Eksternal  (ALE)
Lingkungan internal bobot Skor Nilai
(bobot x Skor)) Prioritas
Peluang  
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  
Total  
Ancaman  
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  
Total  



• Bobot adalah kekuatan dari masing-masing komponen terhadap pencapaian tujuan
• Nilai Total bobot pada unsur peluang dan ancaman masing-masing adalah 50
• Skor dimaksudkan sebagai kekuatan/peluang untuk pencapaian tujuan
• Skor berkisar antara 1-5, makin tinggi pencapaian skor diharapkan pencapaian semakin kuat

3. Tentukan faktor Kunci Keberhasilan pencapaian Tujuan (Visi) berdasarkan Tabel 2 dan 3, selanjutnya susun dalam format Tabel 4.






Tabel 4.  Faktor Kunci Keberhasilan
                   
          IFAS

   EFAS Kekuatan
Strengths (S)
1. ................................
2. ................................
Dst Kelemahan
Weaknesses (W)
1. ............................
2. ............................
3. Dst
Peluang
Opportunities (O)

1. ................................
2. ................................
3. dst  Memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang (agresif)
1. ........………………?
2. ..............................?
3. dst  Meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang(deversifikatif)
1. ........………?
2. ...................?
3. Dst
Ancaman
Threaths (T)
1. ................................
2. ................................
3. dst  Memaksimalkan kekuatan untuk mengurangi ancaman (Konsolidatif)
1. ........………………?
2. ..............................?
3.  Dst Meminimalkan kelemahan untuk mengurangi ancam-an(defensif)
1. ........………?
2. ...................?
3. Dst

Lakukan FGD bersama dengan user dan stake-holders dalam penyusunan programa untuk menentukan strategi yang dipilih
4. Tuliskan Strategi berdasarkan penentuan pada Tabel 3, masukkan dalam format Programa Penyuluhan Pertanian Desa
1. .....................................................................................
2. .....................................................................................
3. .....................................................................................
4. .....................................................................................
5. .....................................................................................












2.3 Uji Prioritas Maslah Berdasarkan GMP

No
Jenis Masalah S k o r
Jml Skor
  Gawat Mendesak Penyebarannya


   

Keterangan Skor :
Gawat                       =  Tidak Gawat (1).agak Gawat (2), dan Gawat (3)
Mendesak                 =  Tidak Mendesak (1), Agak Mendesak (2), dan Mendesak (3)
Penyebarannya        =  Penyebarannya Rendah (1), Penyebarannya cukup(2), dan Penyebarannya Tinggi (3)          





















TELAAH PROGRAM PEMBANGUNAN DESA/ KECAMATAN
1.
Judul Kegiatan Penelaahan Program Pembangunan Desa/ Kecamatan
2. Metode   Desk study
3. TIK Mengumpulkan program-program pem-bangunan pertanian yang ada di desa/ kecamatan
4. Alat dan Bahan  alat tulis menulis, program-program pembangunan pertanian desa/Kecamat-an.
5. Output Satu program pembangunan pertanian sub sektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan

Langkah kerja:
1. Identifikasi program pembangunan pertanian yang ada di desa/ kecamatan yang diperoleh dari perangkat dan digabungkan dengan  program tingkat desa/ kecamatan
2. Identifikasi program juga dapat diperoleh dari RDK dan RDKK saat melaksanakan Identifikasi Potensi Wilayah
3. Lakukan telaah terhadap Program Pembangunan Pertanian desa/ kecamatan, berdasarkan sub sektor (tananam pangan dan hortikultura atau peternakan).














PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN DESA/ KECAMATAN
1. Judul Kegiatan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Desa/ Kecamatan
2. Waktu  2 minggu
3. Metode   Diskusi
4. TIK  Mahasiswa dapat menyusun Programa Penyuluh-an Desa/ Kecamatan
5. Alat dan Bahan  karton manila, spidol dan alat tulis menulis.
6. Output Programa Penyuluhan Pertanian Desa/ kecamatan

Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis yang disusun secara sistemetis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.
Langkah-langkah dalam penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian sebagai berikut:
1. Masukkan hasil analisis SWOT ke dalam format Programa Penyuluhan Pertanian (sesuai dengan Permentan No 25 tahun 2009) yakni:
A. Pendahuluan
B. Keadaan Umum
C. Tujuan
D. Masalah
E. Rencana Kegiatan Penyuluhan
F. Penutup
2. Susunlah programa penyuluhan pertanian desa Lokus PKL pada masing-masing bagian  form sebagai berikut:
I. Susun Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang informasi yang melatar belakangi perlunya penyusunan programa penyuluhan di suatu tingkatan wilayah (desa/kelurahan/ kecamatan). Berpatokan pada pendekatan 5W (What, When, Who, Why ) 1H (How) (tentang potensi desa, visi & misi desa, kebijakan dan program pembangunan pertanian)


II. Susun Keadaan Umum
Keadaan umum menggambarkan tentang potensi desa, erat kaitannya dengan penyuluhan pertanian dan merupakan bagian dari program-program pembangunan pembangunan pertanian di suatu tingkat (desa/kelurahan) yang perlu didukung dengan data informasi yang menunjang, baik kualitatif dan kuantitatif.
Penjabaran Keadaan Umum terdiri dari:
1. Sasaran Makro Pembangunan Pertanian tahun 2014 dan sasaran mikro pembangunan menurut sub sector (sub sector tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan)
2. Investasi
3. Kesempatan Kerja
4. Proyeksi Produksi Komoditas Pertanian (komoditas tanaman pangan/komoditas hortikultura/komoditas peternakan)
5. Keadaan tahun 2013 (Tanaman pangan/hortikultura/peternakan)
6. Keragaan Penyuluhan Pertanian
a. Kelembagaan Petani
b. Kelembagaan Penyuluhan
c. Ketenagaan Penyuluhan Pertanian
d. Peningkatan Kompetensi

III. Tentukan Tujuan (untuk apa programa disusun)
Tujuan adalah suatu pernyataan keadaan yang ingin dicapai. Pernyataan tersebut adalah perilaku tertentu yang harus dapat diwujudkan oleh sasaran setelah akhir kegiatan penyuluhan.  Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan perumusan tujuan menggunakan kata kerja operasional.






a. Rumuskan tujuan dengan menggunakan prinsip SMART
Specific (Apa yang ingin dicapai jelas, dinyatakan dalam kata kerja     operasional)
Measurable (perubahan perilaku dapat  diukur)
Actionable (dapat dilaksanakan)
Realistic (nyata, sesuai dengan keadaan  lapangan)
Time bond (batas waktu untuk mencapai  tujuan)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan adalah ABCD:
Audience (khalayak sasaran)
Behavior (Perubahan perilaku yang dikehendaki)
Condition (Kondisi yang akan dicapai/prasyarat yang disyaratkan)
Degree (Derajat kondisi yang akan dicapai).

IV. Rumuskan Masalah
Lakukan inventarisasi masalah yang dihadapi oleh pelaku utama, pelaku usaha dan petugas dalam upaya mengembangkan usaha berbagai komoditas pertanian yang perlu dipecahkan melalui kegiatan penyuluhan pertanian, yaitu:
1. Bidang Tanaman Pangan
2. Bidang Tanaman Hortikultura
3. Bidang Peternakan
4. Penyuluhan Pertanian
Rumusan masalah ditinjau dari berbagai aspek (biofisik, ketenagaan, kelembagaan, on-farm, agribisnis) yang memungkinkan untuk dipecahkan melalui aktivitas penyuluhan pertanian.
Beberapa hal yang menjadi masalah khusus dalam memfasilitasi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian adalah sebagai berikut:
a.  Kelembagaan
b. Ketenagaan
c. Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

Bab ini digambarkan  faktor-faktor yang menyebabkan belum tercapainya tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan. Uraian ini dimulai dengan analisis permasalahan yang bersifat non perilaku yang menghambat pencapaian tingkat ptoduktivitas, baik yang berkaitan dengan aspek kebijakan, sarana/prasarana, pembiayaan, maupun pengaturan dan pelayanan.  Selanjutnya analisis non perilaku ini diikuti dengan analisa perilaku yang berkaitan dengan pengetahuan, wawasan, sikap dan perilaku pelaku utama, pelaku usaha, kelembagaan petani, penyuluh dan petugas dinas/instansi lingkup pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang menjadi kendala dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan.

Hasil penetapan masalah merupakan penyajian data yang dapat menunjukkan  kesenjangan antara keadaan dengan harapan yang diinginkan. Rumusan masalah dapat dibedakan antara rumusan masalah umum dan khusus.
Salah satu contoh rumusan masalah umum adalah :
- Bagaimana meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat  meningkatkan produktivitas tanaman pangan padi
- Bagaimana merubah perilaku petani meningkatkan  produktivitas tanaman pangan yang diusahakan masih rendah
- Bagaimana merubah perilaku petani mengenai operasionalisasi dan pemeliharaan sistem irigasi
- Bagaimana merubah perilaku petani agar dapat mau dan mampu memanfaatkan lahan sempit secara efektif dan berkelanjutan
Rumusan masalah khusus adalah masalah secara khusus atau spesifik yang muncul di daerah tersebut, sehingga tidak dapat memberikan hasil secara maksimal. Masalah khusus ini berorientasi pada salah satu komoditas andalan yang masih bisa ditingkatkan produktivitasnya. Salah satu contoh rumusan masalah khusus adalah :
(1) Bagaimana mempersiapkan perilaku petani di WKBPP Argomulyo yang dapat  meningkatkan produktivitas tanaman padi mencapai 8 ton/ Ha  
(2) Bagaimana caranya petani dapat membuat pupuk dan pestisida organik yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani
(3) dll
Penetapan masalah ini digambarkan  faktor- faktor yang menyebabkan belum tercapainya tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan.  Uraian ini dimulai dengan analisa permasalahan yang bersifat non perilaku yang menghambat pencapaian tingkat ptoduktivitas, baik yang berkaitan dengan aspek kebijakan, sarana/ prasarana, pembiayaan, maupun pengaturan dan pelayanan.  Selanjutnya analisa non perilaku ini diikuti dengan analisa perilaku yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan  dan  sikap dalam perilaku pelaku utama, pelaku usaha, kelembagaan petani, penyuluh dan petugas dinas/ instansi lingkup pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang menjadi kendala dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan.


V. Susun Rencana Kegiatan Penyuluhan
Bab ini menggambarkan berbagai kegiatan/metode penyuluhan yang tepat untuk mentransformasi terjadinya perubahan pengetahuan, wawasan, keterampilan, sikap dan perilaku pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  Secara lengkap rencana kegiatan penyuluhan ini dituangkan dalam bentuk matriks programa penyuluhan yang mengisi mengenai keadaan, tujuan, masalah, sasaran (target beneficiers), materi, kegiatan/metoda, volume, lokasi, waktu, sumber biaya, penanggung jawab  dan pelaksana seperti tercantum dalam  Lampiran 1.
Kegiatan-kegiatan yang bersifat non perilaku , misalnya kegiatan-kegiatan untuk membantu/mengikhtiarkan kemudahan bagi pelaku utama, pelaku usaha, kelembangaan petani, yang berkaitan dengan aspek kebijakan, sarana/prasarana, pembiayaan, pengaturan dan pelayanan, dituangkan dalam bentuk matriks Rencana Kegiatan untuk (Lampiran 2).  Kegiatan-kegiatan tersebut selanjutnya diusulkan dalam Forum Musyawarah perencanaan pembangunan tahun yang berjalan disetiap tingkatan wilayah untuk mendapat dukungan dari dinas/instansi lingkup pertanian dan dinas/instansi terkait.
Kegiatan-kegiatan yang bersifat non perilaku, misalnya kegiatan-kegiatan untuk membantu/mengikhtiarkan kemudahan bagi pelaku utama, pelaku usaha, kelembangaan petani, yang berkaitan dengan aspek kebijakan, sarana/ prasarana, pembiayaan, pengaturan dan pelayanan, dituangkan dalam bentuk matriks (terlampir).  Kegiatan- kegiatan tersebut selanjutnya diusulkan dalam Forum Musyawarah perencanaan pembangunan tahun yang berjalan disetiap tingkatan wilayah untuk mendapat dukungan dari dinas/ instansi lingkup pertanian dan dinas/instansi terkait.
Rencana kegiatan penyuluhan pertanian merupakan unsur dan tahapan
 terakhir dalam penyusunan programa penyuluhan pertanian yaitu
merupakan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan penyuluhan pertanian. Rencana kegiatan harus dipikirkan secara komprehensip dengan mempertimbangkan secara masak berdasarkan kemampuan sumberdaya yang dimiliki. Pertimbangan tersebut dimaksudkan untuk memperlancar pelaksanaan programa penyuluhan pertania, sehingga dapat meningkatkan evektivitas hasil penyuluhan pertanian. Hal penting yang harus diperhatikan dalam Rencana kegiatan penyuluhan pertanian adalah (SIADIBIBA)
(1) Oleh siapa dilakukan ?
(2) Apa yang harus dilakukan ?
(3) Dimana dilakukan ?
(4) Kapan dilakukan ?
(5) Bagaimana melakukannya ?

Rencana kegiatan penyuluhan adalah suatu strategi yang berisi tentang (siadibiba)  yang terakumulasi secara lengkap rencana kegiatan penyuluhan ini dituangkan dalam bentuk matriks programa penyuluhan yang mengisi mengenai keadaan, tujuan, masalah, sasaran (target beneficiers), materi, kegiatan/metoda, volume, lokasi, waktu, sumber biaya, pelaksana dan penanggung jawab.
(1) Masalah
(2) Tujuan
(3) Metode
(4) Lokasi
(5) Unit
(6) Frekuensi
(7) Volume
(8) Sasaran
(9) Petugas
(10) Waktu
(11) Perlengkapan
(12) Biaya

VI.  Buatlah Penutup
Penutup berisi tentang uraian singkat yang menggambarkan harapan tersusunnya Programa penyuluhan pertanian yang telah dibuat.

Lampiran-lampiran
PENJELASAN MATRIK PROGRAMA PENYULUHAN
A. Keadaan
 Kolom ini berisi uraian singkat mengenai status pemanfaatan potensi sumberdaya pembangunan pertanian secara umum yang berkaitan dengan tingkat produktivitas usaha pertanian di suatu wilayah.
B. Tujuan
 Kolom ini berisi uraian singkat mengenai upaya yang akan ditempuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya pembangunan pertanian secara umum, khususnya yang berkaitan dengan perubahan pengetahuan, wawasan, sikap dan perilaku pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemangku kepentingan dalam peningkatan produktivitas usaha pertanian di suatu wilayah.
C. Masalah
 Kolom ini berisi uraian singkat mengenai factor-fakror yang menyebabkan belum tercapainya tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan, baik yang bersifat perilaku maupun non perilaku, yang dihadapi oleh pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemangku kepentingan dalam peningkatan produktivitas usaha pertanian di suatu wilayah.
D. Sasaran
 Kolom ini menjelaskan mengenai siapa yang direncanakan untuk mendapat manfaat dari penyelenggaraan suatu kegiatan/metode penyuluhan pertanian di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, atau desa/kelurahan, yaitu :
1. Pelaku usaha, pelaku utama dan kelembagaan petani (untuk programa penyuluhan di semua tingkatan).
2. Penyuluh dan petugas dinas/ instansi lingkup pertanian yang bertugas setingkat di bawah wilayahnya, serta pemangku kepentingan lainnya (untuk programa penyuluhan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional).

Penetapan sasaran perlu dilakukan berdasarkan hasil analisis gender yang dilakukan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha pertanian ditingkat rumahtangga petani dan masyarakat pedesaan pada umumnya, khususnya untuk menentukan “siapa melakukan apa” dan “Siapa memutuskan apa?”. Sasaran penyelenggaraan suatu kegiatan/ metode penyuluhan akan menjadi lebih spesifik karena diarahkan langsung kepada petani dengan penjelasan laki-laki perempuan atau keduanya yang berdasarkan hasil analisis gender merupakan pelaku kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bias gender dan distorsi pesan akibat penyamarataan sasaran yang dilakukan tanpa mempertimbangkan peran masing- masing (laki-laki atau perempuan)
dalam kegiatan usaha, maupun dalam pengambilan keputusan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan usahanya.

E. Materi
Kolom ini berisi mengenai jenis informasi teknologi yang menjadi pesan bagi sasaran baik dalam bentuk pedoman-pedoman, petunjuk teknis suatu komoditas tertentu dan lain-lain.

F. Kegiatan/ Metode
 Kolom ini berisi kegiatan-kegiatan atau metode penyuluhan yang dapat memecahkan masalah untuk mencapai tujuan.




G. Volume
Kolom volume berisi mengenai jumlah dan frekwensi kegiatan yang akan dilakukan agar sasaran dapat memahami dan melaksanakan pesan yang disampaikan melalui kegiatan/metode penyuluhan, atau agar terjadinya perubahan perilaku pada sasaran.

H. Lokasi
 Kolom ini memuat mengenai lokasi kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan )desa, kecamatan, kabupaten/kota,dll).

I. Waktu
Kolom ini berisikan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam programa penyuluhan.

J. Sumber Biaya
 Kolom sumber biaya diisi mengenai beberapa biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan yang ditetapkan, serta dari mana sumber biaya tersebut diperoleh.

K. Penanggungjawab
 Kolom ini berisi mengenai siapa penanggung jawab pelaksanaan kegiatan penyuluhan, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dapat dengan jelas diminta pertanggung jawaban.

L. Pelaksana
 Kolom ini berisi mengenai siapa yang melaksanakan kegiatan-kegiatan penyuluhan tersebut, apakah dilakukan oleh penyuluh, petani/kontaktani dan/atau pelaku usaha.

M. Keterangan
 Kolom ini berisi uraian mengenai hsl-hsl ysng perlu dijelaskan tentang pihak-pihak yang diharapkan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.


N. Matriks
Matriks Programa Penyuluhan Pertanian seperti tercantum pada Lampiran 1

            Referensi


1. UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  (SP3K) .
2. Keputusanm  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No 43 Tahun 2013 tentang Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Pertanian Bidang Penyuluhan Pertanian Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25/Permentan/OT.140/5/2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian
4. Modul Pendidikan Pelatihan Dasar Umum Bagi Tenaga Fungsional Penyuluh Pertanian.
5. Pedoman Pelaksanaan PKL bagi Mahasiswa STPP Malang Tahun 2007.